Bayi Anda sulit tidur di malam hari? Anda tak perlu khawatir, karena semua orang tua juga pernah mengalaminya. Namun demikian, permasalahan ini jarang diangkat karena yang biasanya kita dengar adalah isu mengenai berisiknya tangisan bayi Anda, bukan tentang masalah tidur si buah hati.

Saat bayi Anda lahir, orang tua, terutama para ibu, memiliki ikatan kuat yang secara alamiah ingin melindungi mereka dari segala hal yang membahayakan. Saat si buah hati menangis, contohnya. Tentu saja, bila bayi Anda menangis, berarti ia mungkin merasa tidak nyaman dan memerlukan sesuatu.

Namun terkadang para ibu terlalu “sigap” sehingga setiap kali si kecil menangis sedikit saja, si ibu sudah berlari dan siap “memenuhi keperluan mereka”.

Hal ini tentu tidak sepenuhnya salah. Tapi masalahnya, saat bayi Anda merasa lelah, ia cenderung menangis. Disaat ia perlu istirahat, ibunya malah “ribut” berlari kesana kemari, mengira sang bayi lapar, haus, atau ingin buang air.

Jadi ada kalanya ibu perlu membiarkan anaknya menangis sedikit.

Berikut adalah cara menyiasati agar bayi Anda bisa tidur di malam hari.

  1. Buat ini sebagai rutinitas. Baringkan sang buah hati pada tempat yang sama. Lanjutkan kebiasaan ini setiap malam – semua yang anda lakukan dan anda ucapkan, seperti “selamat malam”, “tidur yang nyenyak ya..”, “sampai jumpa besok”, dan sebagainya.
  2. Siapkan selimut favoritnya. Anak-anak cenderung sangat pemilih dalam hal selimut, boneka tidur, bantal serta perlengkapan tidur lainnya. Mereka biasa memiliki “teman tidur” favorit. Cobalah melakukan kebiasaan ini; letakkan benda favorit ini di satu posisi tertentu setiap saat menjelang jam tidur si kecil. Anda juga dapat mengganti benda tersebut secara berkala, sehingga Anda nanti tak perlu repot kalau-kalau benda tersebut rusak atau hilang.
  3. Jangan terlalu cemas jika ada suara diluar kamar tidur bayi Anda. Menjaga ruangan hening saat ia tidur justru tidak disarankan, karena jika Anda membiasakan bayi Anda tidur dengan suasana sunyi, ia akan mudah terbangun jika ada suara yang kecil sekalipun.

Dengan demikian, hai para ayah dan ibu, Anda tak lagi harus ‘mengendap-endap’ saat bayi Anda terlelap. Anda dapat tetap beraktivitas tanpa perlu takut mengganggu bayi Anda.

Perlu diingat bahwa sebelum menginjak usia 3 bulan, bayi Anda perlu diberi makan pada interval waktu yang teratur. Mereka mungkin tak dapat tidur sepanjang malam karena terus terbangun untuk makan. Beberapa bayi bahkan baru mulai dapat terlelap sepanjang malam di usia 1 tahun.

Bagi para orang tua baru maupun calon ayah dan ibu, ini adalah suatu hal yang lumrah. Segera setelah bayi Anda dapat lepas dari kebiasaan ‘bangun-untuk-makan’, tips-tips diatas akan bekerja dengan ampuh. Bila buah hati Anda terbangun untuk makan, beri mereka makan, lalu ulangi ketiga langkah diatas. Niscaya mereka segera kembali terlelap.